SEJARAH INTERNET

Gambar Posted on Updated on

STANDAR KOMPETENSI   : 1.  Menggunakan internet untuk keperluan informasi dan komunikasi

KOMPETENSI DASAR       : 1.1  Menjelaskan berbagai perangkat keras dan fungsinya untuk keperluan akses Internet

MATERI                                : PERANGKAT KERAS INTERNET

Sub MATERI                         : PENGENALAN INTERNET

Siapakah yang tidak kenal internet saat ini? Dari anak-anak hingga kakek-nenek pasti tahu internet walaupun hanya sekedar mendengarnya lewat berita. Bahkan bagi beberapa orang internet sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam deretan aktifitasnya sehari-hari. Internet yang merupakan akronim dari Interconnection Network adalah jaringan komputer yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia. Dimana antara satu komputer dengan komputer lainnya dapat terhubung dan berkomunikasi.

SEJARAH INTERNET DI DUNIA

Perkenalan terhadap internet di mulai pada pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Beberapa program penelitian pun dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.

jaringan ARPAnet
jaringan ARPAnet

Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPAnet berkembang cepat hingga pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.

Banyaknya jaringan computer yang berbeda menjadi salah satu masalah dalam pengembangan ARPAnet. Oleh sebab itu dikembangkanlah protocol TCP/IP pada tahun 1983. Protokol ini memungkinkandua jaringan computer yang berbeda dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA).

Amerika Serikat melakukan komersialisasi dan privatisasi internet mulai tahun 1980-an yakni dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet kemudian mulai booming pada tahun 1990-an. Tahun 1994 perusahaan Pizza Hut mempelopori penggunaan internet secara komersial. Setahun kemudian Compuserve, Amerika Onlin, dan Prodigy mulai memberikan layanan akses internet bagi masyarakat umum.

Saat ini penggunaan internet sudah berkembang begitu pesat. Menurut data badan telekomunikasi PBB, pada akhir 2011 jumlah pengguna internet dunia mencapai 2,08 milyar. Jumlah langganan internet broadband dunia melewati setengah miliar pertama kalinya pada tahun 2010 yakni mencapai 555 juta, sedangkan jumlah pelanggan mobile broadband melonjak hingga 940 juta.

SEJARAH INTERNET DI INDONESIA

Indonesia mengenal internet sejak awal tahun 1990-an. Saat itu, jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo adalah sejumlah nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia (tahun 1992 hingga 1994).

Internet di Indonesia awalnya terinspirasi oleh kegiatan amatir radio pada tahun 1986, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB. Sejak itu para pemuda ITB mulai mendiskusikan teknik membangun jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.

Pada tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi radio paket pada band 70 cm dan 2 m. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70 cm. PC 386 sederhana yang menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. Saat itu IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya.

Tanggal tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush dari Portland, Oregon, Amerika Serikat melakukan ping ke IPTEKNET dan kemudian melaporkan hasilnya kepada rekan-rekannya di Natonal Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Dalam laporan Randy Bush tertera waktu yang dibutuhkan untuk ping pertama dari Indonesia ke Amerika Serikat, yaitu sekitar 750 mili detik melalui jaringan leased line yang berkecepatan 64 Kbps. Institusi yang terhubung saat itu antara lain UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN dan ITB.

Sekarang penggunaan internet di Indonesia sudah bukan barang mewah lagi. Bahkan berdasarkan data dari Effective Measure, firma yang memiliki spesialisasi dalam pengukuran statistik web, pengguna internet di Indonesia di tahun 2011 mencapai 39.100.000 orang (peringkat ke-8 di dunia). Sebanyak 61,88 persen atau sekitar 24.195.080 orang dari pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui ponsel. Sementara 38,12 persen lainnya mengakses Internet bukan dari ponsel.

Dari jumlah tersebut, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter menduduki peringkat pertama sebagai tempat beraktivitas online paling populer yaitu mencapai 89 persen, diikuti pengakses laman internet sebesar 72 persen, kemudian membaca berita 61 persen.

Dari berbagai sumber

Media presentasi bisa dilihat disini 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s